Strategi Implementasi Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah Diperkuat untuk Perluas Akses dan Mutu PAUD

Pemerintah terus memperkuat strategi implementasi Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah sebagai upaya memastikan seluruh anak usia dini memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas sebelum memasuki jenjang sekolah dasar. Kebijakan ini menjadi langkah penting dalam mendukung kesiapan belajar anak, sekaligus mengurangi kesenjangan perkembangan sejak usia dini.

Strategi implementasi difokuskan pada perluasan akses layanan PAUD yang inklusif dan merata, khususnya bagi anak usia 5–6 tahun. Penguatan dilakukan melalui optimalisasi satuan PAUD formal dan nonformal, peningkatan kolaborasi dengan pemerintah daerah, serta pemanfaatan satuan pendidikan yang sudah ada di tingkat desa dan kelurahan.

Selain akses, peningkatan mutu pembelajaran menjadi perhatian utama. Pemerintah mendorong penerapan kurikulum yang berpusat pada anak, penguatan kompetensi pendidik PAUD, serta penyediaan pendampingan berkelanjutan bagi guru dan pengelola satuan PAUD. Pembelajaran yang holistik dan menyenangkan diharapkan mampu mendukung perkembangan kognitif, sosial-emosional, bahasa, dan motorik anak secara seimbang.

Implementasi Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah juga diperkuat melalui sinergi lintas sektor, termasuk peran orang tua dan masyarakat. Edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya pendidikan prasekolah menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan partisipasi anak, sekaligus membangun kesadaran bahwa PAUD merupakan fondasi utama keberhasilan pendidikan selanjutnya.

Dengan strategi yang terencana dan kolaboratif, Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah diharapkan mampu menjadi landasan kuat dalam mewujudkan generasi Indonesia yang siap belajar, berkarakter, dan berdaya saing sejak usia dini. Berikut sajian video yang dapat diakses melalui tautan berikut strategi implementasi wajib belajar 1 tahun prasekolah

NEP (Divkominfo, 31/01/26)