Selamat & Sukses Prof. Dr. H. Ahmad Samawi, M.Hum Dikukuhkan sebagai Guru Besar Manajemen Pendidikan PAUD

Malang, 5 Februari 2026 — Universitas Negeri Malang kembali mencatatkan capaian akademik melalui pengukuhan Prof. Dr. H. Ahmad Samawi, M.Hum sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Manajemen Pendidikan Lembaga PAUD. Kegiatan pengukuhan dilaksanakan pada Kamis, 5 Februari 2026, bertempat di Aula GKB A19 Lantai 9 Universitas Negeri Malang.

Acara pengukuhan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh pimpinan universitas, sivitas akademika Fakultas Ilmu Pendidikan, dosen Departemen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), mahasiswa, serta tamu undangan dari berbagai kalangan. Pengukuhan ini menjadi momentum penting dalam penguatan keilmuan dan pengembangan tata kelola pendidikan anak usia dini, khususnya dalam aspek manajemen lembaga PAUD yang berkelanjutan dan berkualitas.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Ahmad Samawi, M.Hum menegaskan pentingnya manajemen pendidikan PAUD yang tidak hanya berorientasi pada administrasi, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai pedagogis, kepemimpinan edukatif, dan keberpihakan pada tumbuh kembang anak. Menurutnya, lembaga PAUD memerlukan sistem manajemen yang adaptif, humanis, dan berlandaskan pada kebutuhan anak serta konteks sosial masyarakat.

Pengukuhan guru besar ini juga menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi, kontribusi ilmiah, dan kiprah Prof. Ahmad Samawi dalam pengembangan pendidikan anak usia dini, baik melalui kegiatan akademik, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Keahlian beliau di bidang manajemen pendidikan PAUD diharapkan dapat memperkuat posisi Universitas Negeri Malang sebagai pusat pengembangan keilmuan dan praktik pendidikan anak usia dini yang unggul.

Melalui pengukuhan ini, Universitas Negeri Malang menegaskan komitmennya dalam mendukung lahirnya pemikir dan praktisi pendidikan yang berperan aktif dalam peningkatan mutu pendidikan nasional, khususnya pada jenjang pendidikan anak usia dini sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

NEP (Divkominfo, 7/2/26)